Senin, 06 Juni 2011

dear KAMU SI PENGKHIANAT dan PENGECUT

aku dihantui olehnya lagi. . .
malam ini lagi2. .
pikiran tertuju lagi padanya. . 
mengingat sikapnya. .
dulu bahkan aku merelakannya untuk pergi dari sisiku, Bahkan aku masih mecoba tersenyum sedih ketika aku tahu kau telah mengkhianatiku di masa lalu.
Dan aku berusaha menarik nafas setenang mungkin agar kau tak mengetahui gejolak hebat dalam dadaku.
Perih tau. .
menusukku. .

Di balik kegagahanmu dan tegak bahumu, kuyakin ada satu sisi kepengecutan yang kau sembunyikan.
Kau hanyalah seseorang yang takut menghadapi kenyataan.

Kini senyumku berubah menjadi gurat getir kekhawatiran.
Aku tahu kau telah mengkhianatiku, namun sama sekali tak kusangka bahwa kau melakukannya untuk menghindarkanku dari goresan luka.

Andai kau bukanlah seorang pengecut, mungkin aku dapat dengan mudah memaafkanmu. Namun sayang, kau tak punya keberanian 'tuk akui kesalahanmu, jadi kupikir lebih baik semuanya tetap begini.
namun lama kutunggu alasanmu dulu akhiri hubungan qt akhirnya kau mengakui kesalahanmu. . 
tapi tetap saja perilakumu tetap saja pengecut, ,meminta maaf dengan cara smz. . 
dasar pengecut tetap pengecut. .
tak bisa merubahnya. .

seharusnya lebih baik jika aku tak tau pengkhianatanmu namun selang beberapa hari kau putus denganku kau mengupload fotomu bersamanya betapa tidak sakid hati ini. .
namun tetap aku mencoba tersenyum melihatmu bahagia. .
aku rela bersedih asal kau tetap tersenyum dengan pengkhianatmu. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar