Tampilkan postingan dengan label ♫ ♫ KEHAMILAN ♫ ♫. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ♫ ♫ KEHAMILAN ♫ ♫. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

MENENTUKAN USIA KEHAMILAN

MAKALAH
menentukan usia kehamilan


 DISUSUN OLEH :
ANIKE PUTRI MARDANI
NIM : 08201


AKBID MANDIRI GRESIK
TAHUN 2009


PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hamil
Hamil adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh (BKKBN, 2004).
Seorang ibu belum tentu dikatakan hamil apabila hanya memiliki tanda-tanda seperti terlambat haid, mual, muntah, perut dan payudara membesar karena dikatakan hamil apabila sudah terdengar bunyi denyut jantung janin serta terlihatnya tulang janin melalui Ultra Sono Grafi (USG) dan dalam foto rontgen (Mochtar, 2002).

2.2 Beberapa Cara Menentukan Usia Kehamilan
Menentukan umur hamil sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Umur hamil dapat ditentukan dengan:
1. Mempergunakan rumus Naegle.
             Rumus naegele terutama untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL, EDC= Expected Date of Confinement). Rumus ini terutama berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan.
             Rumus Naegle dapat dihitung hari haid pertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan Tahun ditambah 1 (satu).
a. Contohnya, haid hari pertama tanggal 11 april 2000, maka penghitungan perkiraan kelahiran adalah 11 + 7 = 18; 4 -3= 1, dan Tahun 2000+1 = 2001, sehingga dugaan persalinan adalah 18 Januari 2001.
b. Seorang ibu hamil memiliki HPHT 15-9-2005 dan diperiksa pada 27-11-2005. Maka umur kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL) adalah:
15-09-2005 = 2 minggu 1hari
31-10-2005 = 4 minggu 3 hari
27-11-2005 = 3 minggu 6 hari
Jumlah 9 minggu 10 hari
Berarti usia kehamilan : 10 minggu 3 hari

Jadi umur kehamilan saat diperiksa adalah 10 minggu 3 hari atau 10 minggu genap.

Cara menghitungnya:
1 minggu terdiri atas 7 hari.
a. Tanggal 15-09-2005, berarti hari ke-15. Ini sama dengan 2 x 7 hari = 14 hari + 1 hari (2 minggu lebih 1 hari)
b. Bulan Oktober (bulan 10) terdiri atas 31 hari. Ini berarti 4 x 7 hari = 28 hari + 3 hari atau sama dengan 4 minggu lebih 3 hari
c. tanggal 27-11-2005 berarti hari ke-27 sama dengan 3 x 7 hari = 21 hari + 6 hari (3 minggu lebih 6 hari). Sementara HPL dihitung dengan rumus Naegel = Hari + 7, Bulan ¬ 3 = 15 + 7, 9 ¬ 3 jadi HPL = 22-06-2005
2 Bila mempunyai kalender obstetrik maka usia kehamilan dan HPL dapat dilihat di tabel kalender tersebut.

2. Gerakan pertama fetus.
Dengan memperkirakan terjadinya gerakan p
ertama fetus pada umur hamil 16 minggu. maka perkiraan umur hamil dapat ditetapkan.

3. Perkiraan tingginya fundus uteri.
a. Mempergunakan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan umur hamil terutama tepat pada hamil pertama. Secara tradisional perkiraan tinggi fundus dilakukan dengan palpasi fundus dan membandingkannya dengan beberapa patokan antara lain simfisis pubis, umbilikus, atau prosesus xipoideus. Cara tersebut dilakukan tanpa memperhitungkan ukuran tubuh ibu. Pada kehamilan kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat.

@Tinggi fundus uteri = Umur kehamilan
1/3 di atas simfisis = 12 minggu
½ simfisis-pusat = 16 minggu
2/3 di atas simfisis = 20 minggu
Setinggi pusat = 22 minggu
1/3 di atas pusat = 28 minggu
½ pusat-prosesus xifoideus = 34 minggu
Setinggi prosesus xifoideus = 36 minggu
Dua jari (4cm) di bawah prosesus xifoideus = 40 minggu

@Perbedaan Usia Kehamilan 8 bulan dengan 10 bulan
- 8 Bulan hamil
Perut lebih kecil
Epigastrium tegang
Pusat datar
Kepala teraba kecil
Kepala belum masuk PAP

- 10 bulan hamil

Perut besar
Epigastrium lembek, karena kepala janin masuk PAP
Pusat menonjol
Kepala besar.
Kepala telah masuk PAP

@Ketidak akuratan metode ini :
1. Wanita bervariasi pada jarak simfisis pubis ke prosesus xifoid, lokasi umbilikus diantara 2 titik (imajiner) ini.
2. Lebar jari pemeriksa bervariasi antara yang gemuk dan yang kurus.

@Keuntungan :
1. Digunakan jika tidak ada Caliper atau pita pengukur.
2. Jari cukup akurat untuk menentukan perbedaan yang jelas antara perkiraan umur kehamilan dengan tanggal dan dengan temuan hasil pemeriksaan dan untuk mengindikasi
3. perlunya pemeriksaan lebih lanjut jika ditemukan ketidak sesuaian dan sebab kelainan tersebut.

b. Metode ini menggunakan alat ukur Caliper.
Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak
ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kehamilan setelah sekitar 22-24 minggu .

@Keuntungan :
Lebih akurat dibandingkan pita pengukur terutama dalam mengukur TFU setelah 22-24 minggu kehamilan (dibuktikan oleh studi yang dilakukan Engstrom, Mc.Farlin dan Sitller)

@Kerugian :
Jarang digunakan karena lebih sulit, lebih mahal, kurang praktis dibawa, lebih susah dibaca, lebih susah digunakan dibandingkan pita pengukur

c. Menggunakan pita pengukur yang mungkin merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggu kehamilan.

@Keuntungan :
Lebih murah, mudah dibawa, mudah dibaca hasilnya, mudah
digunakan dan Cukup akurat

@Kerugian :
Kurang akurat dibandingkan caliper

d. Menggunakan pita pengukur tapi metode pengukurannya berbeda
. Garis nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar fundus, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus.

@Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut ;
a. Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centimeternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan
b. Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centimeternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan.
Keuntungan :
Cukup akurat

@Kerugian :
Rumit, tidak praktis

4.Ultrasonografi
a. Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin biasanya terobsevasi jelas dalam usia 7 minggu.
b. Mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan.

@Penentuan umur kehamilan dengan ultrasonografi menggunakan 3 cara:
1. Dengan mengukur diameter kantong kehamilan (GS= Gestational Sac) untuk kehamilan 6-12 minggu.
2. Dengan mengukur jarak kepala bokong (GRI= Grown rump Length) untuk umur    kehamilan 7-14 minggu.
3. Dengan mengukur diameter biparietal (BPD) untuk kehamilan lebih dari 12 m
inggu.

@Kapankah Pemeriksaan USG dilakukan ?
* Pada usia kehamilan 5-7 minggu. Segera periksa jika terlambat haid dan tes pack positif. Jika Anda mengalami nyeri atau pendarahan misalnya. Hal ini mungkin mengesampingkan kehamilan ektopik/diluar kandungan. Pemeriksaan pada trimester pertama merupakan pemeriksaan yang paling baik menentukan usia kehamilan.
* Usia kehamilan 10-14 minggu. Pemeriksaan ditujukan untuk mengetahui adanya kelainan bawaan seperti sindroma down. Dokter akan memeriksa ada tidaknya tulang hidung janin, leher janin (nuchal translusensi).
* Usia kehamilan 18-20 minggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kelainan bawaan mayor (anomali scan Level II Scan) Pemeriksaan menilai secara akurat tentang anatomi janin, kelainan kongenital, kehamilan kembar dan pertumbuhan janin. Posisi plasenta juga ditentukan.
* Usia kehamilan 28-40 minggu . Pemeriksaan lanjutan untuk menilai perkembangan janin, menentukan letak plasenta dan letak janin. Pemeriksaan kelainan seperti adanya lilitan tali pusat pada leher janin juga menentukan perkiraan persalinan. Apabila diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan arus darah tali pusat dengan pemeriksaan USG doppler pada kasus pertumbuhan janin terhambat atau ibu dengan komplikasi seperti preeklampsia, kelainan jantung dan diabetes.

2.3 Manfaat Menentukan Usia Kehamilan

·        Menentukan letak kehamilan.
·        Menentukan usia kehamilan dan taksiran persalinan.
·         Menentukan jumlah janin.
·         Menentukan letak plasenta dan kondisi cairan ketuban.
·         Mencari adanya kelainan bawaan janin.
·         Memeriksa tumbuh kembang dan kesejahteraan janin (fetal well being).
 Mencari adanya kelainan lain pada rahim dan indung telur.



DAFTAR PUSTAKA
1.                  www.momsmiracle.com/content/view/202/85/
2.                  bidanshop.blogspot.com/2010/.../menentukan-usia-kehamilan.html
3.                  pandjiwinoto.co.cc/2009/01/.../menghitung-usia-kehamilan/
4.                  forbetterhealth.wordpress.com/.../menentukan-usia-kehamilan/ - Tembolok
5.                  www.okbangetz.com/tag/menentukan-usia-kehamilan/
6.                  Buku Fisiologi Obstetri

Minggu, 01 Mei 2011

KEHAMILAN NORMAL

KEHAMILAN NORMAL
  • Kehamilan adalah suatu peristiwa alami dan fisiologis yang terjadi pada wanita yang     didahului oleh peristiwa konsepsi yang membentuk zigot dan akhirnya janin yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan didalam uterus sampai terjadinya proses persalinan.(Rustam. 1998: 17). 
  • Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin dan lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Sarwono.2006: 89).
kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu :
1. Triwulan pertama yaitu dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan.
2. Triwulan kedua yaitu dimulai dari bulan keempat sampai 6 bulan
3. Triwulan ketiga yaitu dimulai dari bulan ketujuh sampai 9 bulan
Asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memoritas dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan
tujuan :
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumuh kembang bayi.
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riyawat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif.
6. Mempersiapkan peran itu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. 
7. menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal (0-7 hari)
Asuhan standar minimal pada asuhan antenatal termasuk ” 7 T ”
1. Timbang berat badan dan Tinggi badan
2. Ukur tukanan darah
3. Ukur tinggi fundus uteri.
4. Pemberian imunisasi (Tatanus Toksoid) TT lengkap. 
Imunisasi TT
Selang waktu minimal pemberian imunisasi
Lama perlindungan
TT 1

Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tetanus
TT 2
1 bulan setelah TT
3 tahun
TT 3
6 bulan setelah TT 2
5 tahun
TT 4
12 bulan setelah TT 3
10 tahun
TT 5
12 bulan setelah TT 4
≥ 25 tahun
5. Pemberian Tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kahamilan.
    Dimulai dengan memberikan satu tablet sehari sesegara mungkin setelah rasa mual
    hilang.   Tiap tablet mengandung FeS04 320 mg (Zat besi 60 mg) dan Asam Folat 
    500 mg, minimal masing – masing 90 tablet. Tablet sebaiknya tidak diminum bersama 
    teh atau kopi karena akan mengganggu penyerapan.
6. Tes terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS)
7. Temu Wicara dalam rangka persiapan rujukan. 

Klasifikasi kehamilan
♥ Kehamilan bisa dibagi menjadi 3 yaitu :
a.   Kehamilan matur (cukup bulan) : usia kehamilan 40 minggu.
b.  Kehamilan post matur              : usia kehamilan ≥ 42minggu.
c.   Kehamilan premature              : usia kehamilan antara 28 – 36 minggu.
♥ Ditinjau dari tuanya kehamilan dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Kehamilan Trimester I   : Mulai konsepsi sampai 3 bulan (0–12 minggu).
b. Kehamilan Trimestrer II : Mulai  bulan   ke 4   sampai  6  bulan ( 12  – 28
minggu).
c. Kehamilan Trimester III   : Mulai  bulan  ke 7 sampai  9  bulan (  20   –  40
minggu).
            (Mochtar. 1998: 48)
. 
Tanda – tanda Kehamilan
        A. Tanda pasti kehamilan
1. Terdengar denyut jantung janin (DJJ).
2. Terasa gerakan janin.
3. Pada  pemeriksaan  USG  terlihat adanya kantong kehamilan, ada gambaran
Embrio.
4. Pada pemeriksaan roentgen terlihat adanya rangka janin (> 16 minggu).
B. Tanda tidak pasti kehamilan
1. Rahim membesar.
2. Tanda hegar.
3. Tanda Chadwick yaitu warna kebiruan pada serviks, vagina, dan vulva.
4. Tanda  piskacek   yaitu  pembesaran  uterus  kesalah   satu   arah   sehingga
menonjol jelas kearah pembesaran tersebut.
5. Braxton hicks.
Bila uterus dirangsang (distimulasi dengan diraba) akan menjadi mudah berkontraksi.
6. Basal metabolisme rate (BMR).
7. Ballottement positif.
Jika dilakukan pemeriksaan palpasi diperut ibu dengan cara menggoyangkan disalah satu sisi, maka akan terasa “pantulan” disisi yang lain.
8. Tes urine kehamilan tes HCG) positif.
Tes urine dilaksanakan minimal satu minggu setelah terjadi pembuahan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormone gonadotropin dalam urine. Kadar yang melebihi ambang normal, mengindikasi bahwa wanita mengalami kehamilan.
C. Dugaan Hamil
1. Amenore / tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat haid).
2. Nausea, anoreksia, emesis dan hipersalivasi.
3. Pusing.
4. Miksi / sering buang air kencing.
5. Obstipasi.
6. Hiperpigmentasi : striae, cloasma, linea nigra.
7. Varises.
8. Payudara menegang.
9. Perubahan perasaan.
10. BB bertambah.
D. Diagnosis banding
1. Pseudosiesis (kehamilan palsu).
2. Kistoma ovarii.
3. Mioma uteri.
4. Retensi urine (bendungan kantong kemih).
5. Menopause / amenore sekunder.

Pemeriksaan diagnostic kebidanan
A. Tes urine kehamilan (tes HCG)
1. Dilaksanakan seawal mungkin begitu diketahui ada amenore (satu minggu setelah koitus).
2. Upayakan urine yang digunakan adalah urine pagi hari.
B. Palpasi abdomen
Menggunakan cara Leopold dengan langkah sebagai berikut :
·        Leopold I
Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian janin yang ada di Fundus.
·        Leopold II
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada disebelah kanan atau kiri ibu.

·        Leopold III
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah uterus.
·        Leopold IV
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah dan untuk mengetahui apakah kepala sudah masuk panggul atau belum.
C. Pemeriksaan USG
1. Dilaksanakan sebagai salah satu diagnosis pasti kehamilan.
2. Gambaran yang terlihat, yaitu adanya rangka janin dan kantong kehamilan.
D. Pemeriksaan Rontgen
1. Merupakan salah satu alat untuk melakukan penegakan diagnosis pasti kehamilan.
2. Terlihat gambaran kerangka janin yaitu tengkorak dan tulang blakang.
( Ari Sulistyawati. 2009: 83).
 
Perubahan yang terjadi pada wanita hamil
A. Sistem reproduksi
1. Uterus
·    Ukuran
Bentuk akomodasi pertumbuhan janin, rahimmembesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim, srabut – serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua ukuran pada kehamilan cukup bulan 30X25X20 dengan kapasitas lebih dari 4000 cc.
·    Konsistensi
Pada bulan – bulan pertama kehamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan seperti bujur telur ayam. Pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft) disebut tanda hegar pada kehamilan 5 bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim teraba tipis, karena itu bagian – bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.
·    Berat
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan).
·    Posisi rahim dalam kehamilan
-     pada permulaan kehamilan, dalam letak antefleksi atau retrofleksi
-     pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
-     setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati
-     rahim yang hamil biasanya mobile, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri.
·    Vaskularisasi
A.a. uterine dan aa. Ovarian bertambah dalam diameter, panjang dan anak – anak cabangnya pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bnertambah.
·    Servik uteri
Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Goodell kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mucus karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid dan ini disebut tanda Chadwick.
2. Indung telur (ovarium)
·    Ovulasi berhenti
·    Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone
3. Vagina dan vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hepervaskularisasi, vagina terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan portio pada serviks disebut tanda Chadwick
4. Dinding perut (abdominal wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastis dibawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda, dapat terjadi diastasis rekti bahkan hernia, kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra
B. perubahan pada organ dan system lainnya
1. Sistem sirkulasi darah
·    Volume darah
Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak kira – kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak ± 30 % akibat  hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jauh dalam keadaan dekompensasi kardiak. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40 % saat mendekati cukup bulan.
·    Protein darah
Gambaran protein dalam serum berubah jumlah protein albumin dan gamaglobulin menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta globulin fibrinogen terus meningkat.
·    Hitung jenis dan hb
Hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relative volume plasma darah. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transport O2 yang sangat diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun, walaupun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh volume plasma yang emningkat sampai 10.000/cc begitu pula dengan produksi trombosit.
·    Nadi dan tekanan darah
Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester ke-2 dan kemudian akan naik lagi seperti pada prahamil. Tkanan vena dalam batas – batas normal pada ekstremitas atas dan bawah, cenderung naik setelah akhir semester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata – ratanya 84X menit.
2. Sistem pernafasan
Wanita hamil kadang – kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam yang lebih menonjol adalah pernafasan dada (thorac breathing).
3. Saluran pencernaan (traktus digestivus)
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama, mengeluh mual dan muntah. Tonus otot- otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan. Resorbsi makanan baik, namun akkan menimbulakan obstipasi.gejala muntah (emesis gravidarum) seringterjadi, biasanya pada pagi hari,disebut sakit pagi (morning sickness).
4. Tulang dan gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligament – ligament melunak (softening). Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium janin, kalsium maternal pada tulang – tulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. Bila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium. Apa yang disebut dengan gingivitis kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh factor lain, misalnya hygiene yang buruk disekitar mulut.
5. Kulit
·        Pada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi :
·        Muka : disebut masker kehamilan (chloasma gravida)
·        Payudara : putting susu dan areola payudara
·        Perut :linea nigra striae
·        Vulva
6. Kelenjar endokrin
·        Kelenjar tiroid : dapat membesar sedikit
·        Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior
·        Kelenjar adrenal : tidak begitu terpengaruh
7. Metabolisme
Umumnya, kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergdan dalam kondisi sehat.
a. Tingkat metabolik basal (Basal Metabolic Rate, BMR) pada wanita hamil meninggi 15-20%terutama pada trimester akhir.
b. Keseimbangan asam–alkali (acic base balance) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali :
·    Wanita tidak hamil: 155 mEq/liter
·    Wanita hamil:145mEq/liter
·    Natrium serum: turun dari 142 menjadi 135mEq/liter
·    Bikarbonat plasma :turun dari 25 menjadi 22mEq/liter
c. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus, alat kandungan, payudara, dan badan ibu serta untuk persiapan laktasi.
d. Hidrat arang :seorang wanita hamil sering merasa haus ,nafsu makan kuat, sering kencing, dan kadang kala  dijumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada diabetes mellitus dalam kehamilan, pengaruh kelenjar endokrin agak terasa somatomam otropin , plasma insulin, dan hormon–hormon adrenal-17-ketosteroit.Untuk rekomendasi, harus diperhatikan sungguh – sungguh hasil GTT oral dan GTT  intravena .
e. Metabolisme lemak juga terjadi, Kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormone Somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak lainnya terdapat di badan, perut, paha, dan lengan .
f. Metabolime mineral :
·    Kalsium:dibutuhkan rata – rata 1,5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulang tulang terutama dalam trimester terakhir dibutuhkan 30-40gram.
·    Fosfor:dibutuhkan rata – rata 2 gram/hari.
·    Zat besi: dibutuhkan tambahan zat besi ±800, atau 30-50 mg sehari.
·    Air : wanita hamil cenderung mengalami retensi air
g. Berat bdan wanita hamil akan naik sekitar 6,5 – 16, 5 kg. kenaikan berat badan yang terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil (preeklamsi dan eklamsi). Kenaikan berat badan wanita hamil disebabkan oleh :
·    Janin, uri, air ketuban, uterus
·    Payudara, kenaikan volume darah, lemak, protein dan retensi air.
h. kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori yang dibutuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang khususnya sesudah kehamilan 5 bulan ke atas. Namun bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori.
i. wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein.Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiasi zat besi dan vitamin B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin.
8. Payudara (mammae)
               Selama kehamilan, payudara semakin besar, tegang, dan berat. Dapat 
               teraba noduli-noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli; bayangkan vena-vena 
               lebih membiru. Hiperpigmentasi padaputing susu dan areola payudara. Kalau 
               diperas keluar, air susujolong (kolostrum) berwarna kuning.


Sabtu, 30 April 2011

ANATOMI PANGGUL

PANGGUL TERDIRI ATAS :
  1.  Bag. Keras yang dibentuk tulang
  2. b.  Bag. Lunak dibentuk oleh otot-otot dan ligamentum
            Dalam kebidanan yang dimaksud panggul adalah panggul kecil 
 
I. TULANG PANGGUL
      Terdiri atas 4 buah tulang :
a)      A. 2 Tulang pangkal paha ( Ossa Coxae )
b)      B. 1 Tulang kelangkang ( Ossa Sacrum )
c)      C. 1 Tulang tungging ( Ossa Coccygis ).

   A. TULANG PANGKAL PAHA
              Terdiri dari 3 Buah tulang yang diberhubungan satu sama lain pada                acetabulum, ialah cawan untuk kepala tulang paha ( caput femoralis )
             Ke 3 Tulang tersebut antara lain :
1.             a. Tulang usus ( Os. Ilium
                 Merupakan tulang terbesar dan membentuk bag. atas dan belakang  dari                     panggul.Ø 
                 => Bagian Atas merupakan pinggir tulang yang tebal, disebut spina                               iliaca.Ø 
                 => Ujung depan dan belakang dari crista iliaca yang menonjol disebut                            spina iliaca anterior posterior dan spina iliaca post superior .Ø 
                 => Pada Os. Ilium thdp lajur  yang menjadi batas antara panggul besar                           & kecil yang disebut linea  innominata / linea terminalis.
 
2.             b. Tulang duduk ( Os. Ischium ) 
                 Terletak dibawah tulang usus
Ø                 => Pinggir belakang yang berduri : Spina ischiadicum
Ø                => Pinggir bawah yang sangat tebal dan bagian yang menopang berat                          badan kita duduk : Tuber ischiadicum
              
             c. Tulang kemaluan ( Os. Pubis )
                 Terletak sebelah bawah dan depan dari tulang usus.
Ø                => Dengan tulang duduk, tulang kemaluan membatasi sebuah lubang                            dalam tulang panggul, disebut foramen obturatorium
Ø                => Tangkai tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus :                            Ramus sup. Ossis pubis
Ø                => Ramus inferior kanan dan kiri membentuk arcus pubis
   
   B. TULANG KELANGKANG
                        Berbentuk segitiga melebar diatas dan meruncing dibawah. Terdiri                  dari 5 ruas tulang yng senyawa.
v              * Kiri dan kanan garis tengah tampak lobang disebut : Foramen sakralis                      anterior.
v              * Di tengah terdapat cuat-cuat dini disebut : Crista Sakralis.
v             * Bagian atas yang menonjol ke depan dan berhubungan dengan ruas ke 5                    tulang pinggang : Promontorium.

   C. TULANG TUNGGING
             Berbentuk segitiga dan terdiri atas 3-5 ruas yang bersatu.
             Pada persalinan, ujung tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang                 hingga ukuran pintu bawah punggung bertambah besar.
 


 
 2. TULANG PANGGUL
                Untuk lebih  mengerti   bentuk  panggul  dan untuk  menentukan  bagian                 depan anak dalam panggul, maka ditentukan 4 bidang :
1.        A. Pintu atas panggul
2.        B. Bidang luas panggul
3.        C. Bidang sempit panggul
4.        D. Pintu bawah panggul
    A. PINTU ATAS PANGGUL
        Adalah batas atas dari panggul kecil.
              Bentuknya bulat – oval.
              Batas2 nya : Promontorium, sayap sacrum, linea innominata, ramus sup.                  Os. pubis dan   pinggir atas symp.
               Terdapat 3 ukuran dari PAP :
a.               a. Ukuran muka belakang ( diameter ant – post )
                   Dari promontorium ke pinggir atas symp, terkenal dgn nama conjugata                     vera,  11 cm.  Pada  panggul  normal  jari  tak  cukup  panjang untuk                       mencapai  promontorium .
                    Panggul sempit : CV = CD – 1½
                   CD : Conjugata Diagonalis
                   ( Dari promontorium ke pinggir bawah symp )
b.               b. Ukuran melintang
                   Ukuran terbesar antara linea inominata
c.               c. Ukuran serong ( Oblig )
                   Dari sacro iliaca ke tuberculum pubiccum
               DIAMETER PINTU ATAS PANGGUL
  1             1. Diameter anterior posterior, conjugata vera ( 11 cm )
2.               2. Diameter trasversa ( 12,5 cm )
3.               3. Diameter obliqua ( 13 cm ) 
               UKURAN PINTU ATAS PANGGUL
  1.             1. Distantia cristarum ( 28 cm ) 
                   Jarak yang terjauh antara crista illiaca kanan dan kiri  ( 26 – 29 cm )
  2.             2. Distantia spinarum ( 25 cm ) 
                   Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan ( 23 - 26 cm )
3.               3. Conjugata vera ( 11 cm )
4.               4. Distantia tranversum ( 13 cm )
5.               5. Distantia obliqua ( 12 cm ) 
        UKURAN PANGGUL LUAR YANG TERPENTING
¢              1. Distansia Spinarum
                  Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan ( 23 - 26 cm )
¢              2. Distansia Cristarum
                  Jarak yang terjauh antara crista illiaca kanan dan kiri ( 26 – 29 cm )
¢              3. Conjugata Eksterna
                  Jarak antara pinggir atas symphysis dan ujung processus spinosus ruas                     tulang lumbal ke V ( 18 - 20 cm )
¢              4. Ukuran Lingkar Panggul
                 Dari pinggir atas symphysis ke pertengahan antara spina illiaca anterior                    superior dan trochantor major dan kembali melalui tempat yang sam di                     pihak yang lain ( 80 – 90 cm ) 

    B. BIDANG LUAS PANGGUL
               Adalah bidang dengan ukuran terbesar.
              Terbentang   antara   pertengahan   symp.pertengahan  acetabulum  & 
              pertemuan antara ruas sakral ke II dan III

    C. BIDANG SEMPIT PANGGUL
              Adalah ukuran terkecil, antara setinggi pinggir bawah sympisis,   kedua  
             spina ischiadica     memotong   ±  1-2 cm   diatas   ujung   sacrum  ukuran                               muka belakang 11, 5 cm melintang 10 cm.
    
    D. PINTU BAWAH PANGGUL
              Bukan satu bidang tapi terdiri dari 2 segitiga dengan dasar yang sama,                      yaitu garis yang menghubungkan kedua tuber ischiadicum kiri dan kanan.
              Puncak  segitiga  yang belakang adalah ujung os. Sacrum, segitiga depan                 dibatasi oleh arcus pubis.

3. BIDANG HODGE
¢         H I : sama dengan pintu atas panggul
¢         H II : sejajar HI melalui pinggir bawah   sympisis
¢         H III : sejajar HI melalui spina isciadica
¢         H IV : sejajar HI melalui ujung os coccygis
 
 
3. BENTUK PANGGUL

       CALDWEIL MOLOY mengemukakan 4 bentuk dasar panggul :
1.       A. Panggul Gynecoid
¢            - Bentuk khas bagi wanita
¢            - Diameter sagitalis post. Hanya sedikit > pendek dari diameter 
              sagittalis anterior
¢            - Batas samping segmen post. Membulat dan segmen anterior juga 
              membulat dan luas
¢            - Diameter transversa ± = diameter ant. Post. Hingga bentuk PAP spt 
              lingkaran ( bulat )
¢            - Arcus pubis luas
       B. 2.Panggul Android
¢            - Diameter sagitalis post. Jauh > pendek dari diameter sagitalis ant.
¢            - Batas samping segmen post. Tidak membulat dan membentuk sudut
              yang runcing dengan pinggir samping segmen anterior¢
            - Segmen anterior sempit dan berbentuk segitiga
3.       C. Panggul Anthropoid 
¢            - Diameter post. PAP > besar dari transversa hingga bentuk PAP lonjong
¢            - Segment anterior sempit dan runcing
¢            - Sacrum biasanya mempunyai 6 ruas, hingga panggul antropoid > dalam
              dari panggul lainnya 
4.       D. Panggul Phatypelloid
¢            - Bentuk ini sebenarnya panggul gynecoid yang picak
¢            - Segmen anterior lebar
¢            - Sacrum sacrum melengkung